Langsung ke konten utama

Pembunuh Jenderal Mallaby Bukan Anggota TNI , Akan Tetapi Santri !!


Berita Asia - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo mengemukakan hal yang cukup mengejutkan mengenai pembunuhan Jenderal asal Inggris, AWS Mallaby dalam masa revolusi pada November 1945.

Melalui keterangan tertulisnya, Gatot mengingatkan semua prajurit TNI tentang jasa santri dalam peristiwa 10 November. “Saat mendapatkan informasi bahwa sekutu akan mendarat di Surabaya, Pak Dirman (Panglima TNI pertama) melapor kepada Bung Karno dan meminta solusi kepada Kiai Hasyim. Kiai Hasyim tidak langsung menjawab, tapi beliau Salat Istikharah dulu. Lalu ditetapkanlah fatwa (Resolusi) Jihad,” kisah Gatot tentang jasa KH Hasyim melalui keterangan tertulis, Selasa (19/9).

Gatot melanjutkan, sekitar 20 ribu alumni Pesantren Tebuireng yang sudah menyebar di berbagai daerah datang dan berkumpul di Surabaya untuk melakukan perlawanan terhadap sekutu. Di bawah kepemimpinan Kiai Abbas yang dijuluki Singa dari Jawa Barat, perlawanan rakyat terhadap NICA pun berlangsung pada 10 November 1945.

“Seharusnya serangan dilakukan pada 9 November. Tapi Kiai Hasyim meminta semuanya menunggu kedatangan Singa dari Jawa Barat,” tutur mantan KSAD ini.

Seperti yang diketahui, Mallaby akhirnya terbunuh dalam pertempuran tersebut. Dari kisah tersebut, Gatot pun menyatakan bahwa peran santri tidak dilupakan begitu saja dalam pertempuran yang diabadikan menjadi Hari Pahlawan Nasional itu.

“Sebagai Panglima TNI, saya ingatkan, yang membunuh Jenderal Mallaby bukan TNI, yang membunuh itu santri. Yang menurunkan bendera (Belanda) di Hotel Orange juga santri, bukan TNI,” ujar pria kelahiran 1960 ini.

Karena itu, menurut Gatot, tema HUT ke-72 TNI kali ini adalah ‘Bersama Rakyat, TNI Kuat’, karena memang sejarah telah membuktikan jika rakyat, khususnya santri, turut membantu militer dalam mempertahankan kemerdekaan.

Dalam rangkaian HUT TNI ke-72, TNI sendiri melakukan ziarah ke makam pahlawan yang ada di Jawa Timur, di antaranya adalah Ir Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Blitar, pada Senin (18/9) kemarin. Selain ziarah ke makam salah satu Program kemerdekaan RI ini, Gatot juga ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Pesantren Tebuireng, Jombang.

Tradisi ziarah ini sudah memasuki tahun ke-2 yang dijalani Jenderal Gatot setiap kali peringatan HUT TNI. Dalam kunjungan ziarah tersebut, Jenderal Gatot didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab.

“Kami mentradisikan ziarah ke makam para mantan presiden Republik Indonesia yang merupakan Panglima Tertinggi TNI dan juga Jenderal Soedirman. Kita juga berdoa agar beliau semua menjadi pahlawan dan syuhada,” jelasnya.

Kehadiran Panglima TNI dan seluruh jajaran Pangkotama disambut oleh Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz dan Ketua Majelis Keluarga Tebuireng KH. Mohammad Hasyim Karim. Tampak hadir juga adik kandung Gus Dur Hj. Lily Wahid dan seluruh keluarga besar Pesantren Tebuireng.

Postingan populer dari blog ini

Mantan Guberner DKI Jakarta Ahok , Rayakan Natal Yang Berbeda Dengan Tahun Sebelumnya

Berita Politik - Natal 2017 ini, Basuki Tjahaja Purnama tidak lagi merayakannya di rumahnya di Pantai Mutiara. Tidak juga dirayakan di kampung halamannya di Belitung. Pria yang akrab disapa Ahok itu merayakan Natal di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Ini merupakan tahun pertamanya melewatkan Natal di tempat itu. Meski berada jauh dari rumah, mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak akan sendirian merayakan Natal di Mako Brimob. Sanak saudara, anak, dan istri tercinta, tetap akan menemani Ahok merayakan Natal bersama. Adik kandung Ahok, Fifi Letty Indra, mengatakan, dia akan datang ke Mako Brimob Senin (25/12/2017) ini. Dia, Veronica Tan, dan anak-anak Ahok akan datang menjenguk. Fifi mengatakan di sana mereka hanya akan makan bersama saja. "Iya kami ke Mako Brimob. Cuma doa dan makan, itu saja," ujar Fifi kepada Kompas.com, Minggu (24/12/2017). Fifi mengatakan, tidak ada makanan spesial yang akan dibawa keluarga. Semuanya hanya menikmati kebersamaan dalam kesederha...

Gatot Numantyo : Selamat Menjalankan Amanah Yang Tidak Ringan , Marsekal Hadi Tjahjanto

Politik Asia - Jenderal Gatot Numantyo menegaskan, tak ada nuansa politik dalam pergantian jabatan Panglima TNI. Gatot diketahui baru saja menyerahkan tongkat komando Panglima TNI kepada Marsekal Hadi Tjahjanto. "Tidak ada nuansa politik, tidak ada nuansa apa-apa. Hanya agar organisasi ini berjalan dengan benar dan baik," kata Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (9/12/2017). Gatot Nurmantyo menolak anggapan bahwa pergantian jabatan Panglima TNI dinilai terlalu cepat. Menurut dia, sejak Hadi Tjahjanto dilantik oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Jumat 8 Desember 2017, jabatan Panglima TNI sudah berada di tangan Hadi. "Perlu dipahami bahwa mengapa begitu Pak Hadi dilantik, besok atau hari ini langsung saya melakukan serah terima jabatan (Sertijab). Sebenarnya secara de facto dan de jure, pada saat Presiden melantik itu panglimanya sudah Pak Hadi," kata dia. "Maka saya datang ke sini dengan tidak pakai merah (nunjuk dada bagian ka...

Fahri Hamzah Mendapat GantI Rugi Sebesar 30 Miliar Tunai dari PKS

Berita Politik - Fahri Hamzah dipecat oleh Majelis Tahkim PKS pada 11 Maret 2016. Namun, Fahri melawan keputusan ini dengan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pada 14 Desember 2016, Pengadilan memenangkan gugatan Fahri Hamzah tersebut, sehingga dia tetap berstatus sebagai politikus PKS dan Wakil Ketua DPR. Gugatan Fahri kembali dimenangkan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta. Berdasarkan hasil keputusan yang keluar hari ini, Kamis (14/12/2017), Pengadilan Tinggi Jakarta menolak banding gugatan DPP PKS dan meminta partai itu tidak mengganggu posisi Fahri sebagai anggota PKS, juga anggota DPR dan pimpinan DPR. Pengacara Fahri Hamzah, Mujahid Latief, menyatakan hasil putusan Pengadilan Tinggi itu berkekuatan hukum tetap. Putusan ini sekaligus menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 14 Desember 2016. "Pengadilan menyatakan pemecatan itu batal demi hukum," kata Mujahid di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/12...