Langsung ke konten utama

Kepala Pelahuban Tanjung Mas Terbukti Terima Suap Rp 1,137 M


Berita Politik - Kepala ‎Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Captain Gajah Rooseno menerima uang dengan total Rp1,137 miliar dari terdakwa pemberi suap ‎Adi Putra Kurniawan alias Yongkie alias Yeyen.

Fakta tersebut terungkap dalam persidangan terdakwa Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan alias Yongkie alias Yeyen, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (14/12/2017). Captain Gajah Rooseno bersaksi dalam persidangan tersebut.

Mulanya JPU beberapa kali mengonfirmasi ke ‎Gajah Rooseno apakah pernah mendapat atau menerima uang dari Yongkie atau dari PT Adhiguna Keruktama atau orang lain. Baik secara tunai maupun melalui penyerahan anjungan tunai mandiri (ATM) yang sudah lebih dulu terisi uang.

Rooseno berkali-kali mengklaim benar-benar tidak pernah menerima uang dari siapapun. JPU sempat bertanya apakah Rooseno pernah menerima uang dari Yongkie pada September dan Oktober 2016 atau Juli 2017. Atau apakah Rooseno pernah menerima ATM berisi uang disertai buku tabungannya. Tetap saja Rooseno berkelit. "Saya tidak pernah. Betul saya tidak pernah. Tidak pernah," kilah Rooseno di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Anggota JPU M Takdir Suhan lantas menyampaikan bahwa pihaknya memiliki bukti. Bahkan, Takdir mengatakan bahwa pihaknya memegang Berita Acara Pemeriksaan (BAP) atas nama Yongkie yang menerangkan pemberian uang ke Rooseno. BAP tersebut lantas ditampilkan dan dibaca JPU Takdir.

Uang diberikan Yongkie ke Rooseno dalam empat tahap dengan total Rp1.137.400.000. Pertama, Rp196 juta diberikan pada 20 Juni 2017. Kedua, Rp329,7 juta pada 14 Juli 2017. Ketiga, Rp329,7 juta pada 21 Juli 2017. Terakhir, Rp282 juta pada 15 Agustus 2017. Pemberian uang dengan cara ditransfer melalui rekening. Rekening lebih dulu dibuat Yongkie dengan nama Joko Prabowo kemudian ATM dan buku tabungannya diberikan ke Rooseno.

"Saya memberikan uang kepada saudara Gajah Rooseno, saya ingin berbagi. Sebab dapat pekerjaan pengerukan alur pelayaran pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Saya mentrasfer melalui internet banking tempatnya antar di Jakarta, Pekalongan, atau kadang di kota-kota Indonesia lainnya," ujar Yongkie dalam BAP yang diperlihatkan JPU.

Sesaat kemudian Rooseno sempat tertunduk. JPU Takdir mengonfirmasi ulang isi BAP Yongkie tersebut. Tapi, lagi-lagi Rooseno berkelit bahwa dirinya tidak pernah menerima uang dari Yongkie. "Oke, itu hak saksi. Nanti kami bisa konfirmasi kepada terdakwa (Yongkie)," tegas JPU Takdir.‎

Postingan populer dari blog ini

Mantan Guberner DKI Jakarta Ahok , Rayakan Natal Yang Berbeda Dengan Tahun Sebelumnya

Berita Politik - Natal 2017 ini, Basuki Tjahaja Purnama tidak lagi merayakannya di rumahnya di Pantai Mutiara. Tidak juga dirayakan di kampung halamannya di Belitung. Pria yang akrab disapa Ahok itu merayakan Natal di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Ini merupakan tahun pertamanya melewatkan Natal di tempat itu. Meski berada jauh dari rumah, mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak akan sendirian merayakan Natal di Mako Brimob. Sanak saudara, anak, dan istri tercinta, tetap akan menemani Ahok merayakan Natal bersama. Adik kandung Ahok, Fifi Letty Indra, mengatakan, dia akan datang ke Mako Brimob Senin (25/12/2017) ini. Dia, Veronica Tan, dan anak-anak Ahok akan datang menjenguk. Fifi mengatakan di sana mereka hanya akan makan bersama saja. "Iya kami ke Mako Brimob. Cuma doa dan makan, itu saja," ujar Fifi kepada Kompas.com, Minggu (24/12/2017). Fifi mengatakan, tidak ada makanan spesial yang akan dibawa keluarga. Semuanya hanya menikmati kebersamaan dalam kesederha...

Gatot Numantyo : Selamat Menjalankan Amanah Yang Tidak Ringan , Marsekal Hadi Tjahjanto

Politik Asia - Jenderal Gatot Numantyo menegaskan, tak ada nuansa politik dalam pergantian jabatan Panglima TNI. Gatot diketahui baru saja menyerahkan tongkat komando Panglima TNI kepada Marsekal Hadi Tjahjanto. "Tidak ada nuansa politik, tidak ada nuansa apa-apa. Hanya agar organisasi ini berjalan dengan benar dan baik," kata Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Sabtu (9/12/2017). Gatot Nurmantyo menolak anggapan bahwa pergantian jabatan Panglima TNI dinilai terlalu cepat. Menurut dia, sejak Hadi Tjahjanto dilantik oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Jumat 8 Desember 2017, jabatan Panglima TNI sudah berada di tangan Hadi. "Perlu dipahami bahwa mengapa begitu Pak Hadi dilantik, besok atau hari ini langsung saya melakukan serah terima jabatan (Sertijab). Sebenarnya secara de facto dan de jure, pada saat Presiden melantik itu panglimanya sudah Pak Hadi," kata dia. "Maka saya datang ke sini dengan tidak pakai merah (nunjuk dada bagian ka...

Fahri Hamzah Mendapat GantI Rugi Sebesar 30 Miliar Tunai dari PKS

Berita Politik - Fahri Hamzah dipecat oleh Majelis Tahkim PKS pada 11 Maret 2016. Namun, Fahri melawan keputusan ini dengan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pada 14 Desember 2016, Pengadilan memenangkan gugatan Fahri Hamzah tersebut, sehingga dia tetap berstatus sebagai politikus PKS dan Wakil Ketua DPR. Gugatan Fahri kembali dimenangkan oleh Pengadilan Tinggi Jakarta. Berdasarkan hasil keputusan yang keluar hari ini, Kamis (14/12/2017), Pengadilan Tinggi Jakarta menolak banding gugatan DPP PKS dan meminta partai itu tidak mengganggu posisi Fahri sebagai anggota PKS, juga anggota DPR dan pimpinan DPR. Pengacara Fahri Hamzah, Mujahid Latief, menyatakan hasil putusan Pengadilan Tinggi itu berkekuatan hukum tetap. Putusan ini sekaligus menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 14 Desember 2016. "Pengadilan menyatakan pemecatan itu batal demi hukum," kata Mujahid di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/12...